banner 728x250

Rapat Bersama Tokoh Masyarakat dan Forkopimda, Bupati Buol: Hindari Provokasi, Kerja Sama Adalah Tugas Mendesak Saat in

banner 120x600
banner 468x60

÷====================================

Buol Globalnewsnusantara.co.id Jum’at, 20 Agustus 2021

Bupati Buol dr. H. Amirudin Rauf, Sp.Og M.Si melakukan Rapat Kerja Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kab. Buol, bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Bupati,
Turut hadir dalam rapat ini unsur Forkopimda, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kab. Buol, Sekretaris Daerah, Pimpinan OPD, Camat Biau, Lurah se Kecamatan Biau, bersama tokoh-tokoh masyarakat lintas sektoral, khususnya di Kecamatan Biau.

banner 325x300

Kerja Sama: Perang Melawan Virus

Bupati Buol menyoroti perkembangan Covid-19 di Kabupaten Buol akhir-akhir ini yang semakin memprihatinkan.
“Angka kematian kita terus meningkat. Virus yang kita hadapi saat ini, bukan lagi seperti virus yang kita hadapi kemarin. Ibaratnya: mereka saat ini di lengkapi dengan peralatan perang yang masif” ujar Dokter Rudi menjelaskan.
Dalam statistik penanganan, Kabupaten Buol terbilang masih rendah dan terkendali jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain seperti Kota Palu, Poso, dan beberapa daerah lainya.
“Tetapi, Pemerintah Provinsi meragukan aspek keamanan di daerah ini. Saya menjelaskan kepada Gubernur, keamanan memang penting, tetapi yang di butuhkan adalah kerjasama atas perang terhadap musuh yang tak terlihat” lanjut Bupati lagi.
Olehnya Bupati menegaskan berulang kali, yang di butuhkan saat ini adalah kesamaan pikiran dan tindakan dalam bentuk kerja sama (gotong royong) memerangi Covid-19.

Peran Aktif Masyarakat

Benar, bahwa Pemerintah adalah sentra kebijakan dalam penanganan Covid-19. Akan tetapi, pemerintah, tidak akan dapat berbuat apa-apa, jika dukungan dan kesadaran masyarakat tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah.
“Objek dalam penyebaran virus ada dalam lingkungan masyarakat. Pemerintah dapat membuat regulasi dan aturan, tetapi dukungan masyarakat penting dalam sukses tidaknya aturan yang berlaku” ungkap Bupati.
Karena masyarakat adalah kunci perlawanan terhadap covid-19, olehnya tindakan represif tidaklah tepat. Sebab, yang paling di butuhkan saat ini adalah edukasi, sosialisasi, dan pendekatan persuasif kepada rakyat.
“Inti perjuangan kita ada pada perang melawan virus. Olehnya, apapun langkah penanganan kita, harus dapat meminimalisir menimbulkan masalah baru” lanjut Bupati menghimbau.

Tinggalkan Ego Dan Kepentingan

Bupati Buol berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh mereka yang hanya ingin memanfaatkan kondisi Covid-19 untuk kepentingan tertentu.
“Jangan sampai kekeliruan kita semua, jika Nakes sampai melakukan mogok, maka hal ini justru akan merugikan kita semua utamanya rakyat” tegasnya.
Problem pandemi atau wabah ini adalah problem kemanusiaan, tidak etis untuk mengedepankan ego dan kepentingan sesaat dan mengorbankan kepentingan orang banyak. Sebab, yang di butuhkan adalah tindakan bersama, bukan saling menghujat dan berbantah-bantahan.
“Jujur saja, rumah Sakit kita bukanlah RS yang di siapkan sedari awal untuk penanganan Covid-19. Simplikasinya begini: Jika ada 5 orang lansia yang di rawat, dan Rumah sakit hanya bisa membantu 2 pasien, karena alat bantu pernapasan hanya ada 2. Disisi yang lain tabung oksigen hanya 20 buah, dimana setiap penggunaanya maksimal 2 jam” tegas Bupati Buol.
Musuh kemanusiaan saat ini adalah Virus Covid-19. Eksistensi manusia sedang di uji saat ini.
Banyak fakta bahkan tokoh-tokoh politik Sulteng dan Nasional sanak keluarganya meregang nyawa hanya karena problem kelangkaan tabung oksigen.

Jangan Mudah Termakan Hoaks

Ada isu yang berkembang bahwa pasien sengaja di Covidkan, agar pemerintah daerah mendapat bantuan dari pemerintah pusat.
“Saya mau sampaikan, janganka. pemerintah daerah mendapatkan bantuan, justru anggaran Pemerintah daerah mendapat pemotongan dari pusat lewat skema refocussing dan realokasi. Jadi isu dan provokasi bahwa Pemda melakukan hal seperti di atas sangat tidak bertanggung jawab di tengah ratusan nyawa sedang bertarung melawan ganasnya virus” terang Dokter Rudi.
Persatuan, kerjasama, gotong royong adalah cara paling tepat dalam perang melawan virus. Pecah bela, destabilisasi sosial, adalah ulah oknum yang hanya akan merugikan rakyat.

Disiplin Jalankan Prokes dan Isolasi Mandiri

Salah satu faktor sehingga angka pasien terpapar meningkat di Kab. Buol adalah minimnya kesadaran menjalankan protokol kesehatan dan disiplin dalam melakukan Isolasi mandiri.
“Olehnya Pemda akan mengaktifkan kembali rusunawa sebagai fasilitas Isolasi Terpadu, walawpun mungkin akan di fokuskan pada pasien terpapar umur 45 Tahun keatas” jelas Bupati.
Untuk Pasien Isolasi Mandiri dan Terpadu akan di barikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup selama menjalankan Isoman, berupa Beras 20 kg, Minyak Goreng, Gula dan Ikan Kaleng.
Langkah taktis berikutnya adalah kembali melanjutkan PPKM Tahap IV sebagai tindak lanjut dari Instruksi Mendagri.
“Tanggal 23 kita akan melanjutkan PPKM level 4. Aktifitas Jam malam kita berlakukan. Mulai besok operasi Juticia juga akan di berlakukan, di pintu masuk perbatasan Ibu Kota Kabupaten “Jelasnya.
Selain itu, Tokoh-tokoh masyarakat yang hadir agar menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberi edukasi kepada rakyat tentang bahaya dan dampak Covid-19.
“Tokoh Masyarakat harus mampu memberi informasi yang jernih kepada masyarakat bahwa perjuangan melawan Covid-19 hanya akan berhasil jika Masyarakat dan pemerintah berkerjasama bahu membahu dalam menjalankan protokol kesehatan” tutup Bupati Buol.
Kegiatan dilaksanakan denga penerapan protokol kesehatan, dimana peserta rapat kerja harus di Swab Antigen ditempat.

Sumber berita PROKOPIM (tim global)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *